by

Pin ATM Mudah Ditebak, Uang Korban Raib Rp8 Juta

TANJUNG SELOR - Sebaiknya masyarakat yang menggunakan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) tidak memasang kode keamanan atau pin yang mudah ditebak orang lain. 

Biasanya, karena tak mau repot seseorang memanfaatkan tanggal lahirnya sebagai pin. Hal itu mudah ditebak jika kartu identitasnya tercecer bersama ATM. Misalnya dompet jatuh di suatu tempat. 

Hal ini dialami salah seorang di wilayah Sajau, Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. Pelakunya diketahui bekerja sebagai jasa Wedding Organizer (WO). 

Kejadian yang berlangsung sebelum Pilkada 9 Desember 2020 ini baru ditindaklanjuti polisi setelah tahun baru 2021.

"Penyelidikan selama seminggu baru kita amankan pelaku," ujar Kapolres Bulungan melalui Kanit Resum Satreskrim IPDA Faizal Anang Satria (19/1). 

Kronologi kejadian ini bermula saat pria diinisialkan F bekerja mendekorasi rumah di Sajau karena ada acara nikahan. Karena kebelet si F ke kamar kecil. Nah, saat itu dia melihat sebuah dompet. 

Si F mengambil ATM dan SIM dari dompet tersebut. Alasannya mengambil SIM untuk mencoba keberuntungan membuka kode ATM korban. Alhasil, benar saja pin ATM pakai tanggal lahir. 

"Pelaku mengambil uang sebanyak Rp 4 juta dan kedua kali juga sama mengambil Rp 4 juta lagi (total Rp8 juta) ,” kata Faizal kepada awak media. 

Pencarian terhadap F sempat menemui kendala karena dia tidak berada di tempat tinggalnya. Diketahui F warga di Tanjung Palas Utara. Rupanya F sedang berlibur ke Gunung Rego. 

"Kita tangkap pelaku di rumahnya saat tengah malam (sudah selesai berlibur)," jelasnya. 

Perbuatan F disangka melanggar pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian. Ancaman maksimal 7 tahun kurungan. F akui saat diperiksa polisi uang hasil kejahatannya untuk keperluan dirinya dan pesta tahun baru. 

Kepolisian mengimbau agar pin ATM yang rumit tidak mudah ditebak. Apalagi pakai tanggal lahir.(*)