by

Walikota Tarakan Disuntik Vaksin COVID-19, Ajak Masyarakat Lakukan Vaksinasi

TARAKAN - Walikota Tarakan dr. Khairul beserta istri Hj. Sitti Rujiah tiba di Puskesmas Karang Rejo sekira pukul 13.10 Wita, Kamis (21/1) untuk mendaftarkan diri secara offline untuk diberikan vaksin Covid-19 sebagai tenaga kesehatan. 

Khairul meluruskan informasi liar yang beredar mengatakan Walikota Tarakan tak mau divaksin saat launching vaksinasi beberapa waktu lalu di Tarakan. Menurutnya, tidaklah benar informasi yang beredar Walikota enggan divaksin. Bahkan, saat itu pihak pemerintah Tarakan diwakili Asisten I Tarmizi. 

"Saya tanggal 9 ke luar daerah, Makassar karena kegiatan yang tidak dapat ditinggalkan, dan tidak ada pemberitahuan kalau dimulai Forkopimda (launching vaksinasi)," ujar dr. Khairul. 

"Tadinya dalam surat edaran itu hanya petugas kesehatan divaksin tahap pertama, dan memang banyak pertanyaan masyarakat pak wali tidak ikut vaksin, 10 orang Forkopimda itu sudah dikunci ya, saya mendaftarnya setelan tiba disini," lanjutnya. 

Walikota Khairul beserta istri disuntik vaksin sebagai tenaga kesehatan karena memang keduanya tercatat sebagai tenaga kesehatan dan Khairul dokter di klinik carsa sehingga fasilitas vaksin yang digunakan mereka sebagai tenaga kesehatan. 

"Karena saya juga dokter sebagai wali kota merupakan tenaga kesehatan di klinik carsa, bersama istri juga karena kebetulan istri tenaga kesehatan. Fasilitas yang saya gunakan saat ini sebagai tenaga kesehatan," tegasnya. 

Menurutnya, dalam rangka mendukung menyukseskan vaksinasi banyak permintaan dari tokoh masyarakat mau divaksin termasuk masyarakat Tarakan. Namun, karena vaksin terbatas yang didrop dari pusat diharapkan dapat bersabar sampai tiba jadwalnya sebagaimana yang telah diatur pemerintah pusat. 

"Tunggu jadwalnya, saya imbau seluruh masyarakat vaksin ini aman, saya disuntik, tidak sakit juga. Banyak yang melakukan sebelum kita, kalau memenuhi syarat saya sarankan lakukan vaksin karena ini dalam rangka penanggulangan COVID-19," jelasnya. 

Tidak lupa Khairul mengingatkan bagi masyarakat yang telah divaksin nantinya agar tetap mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, rajin mencuci tangan, jaga jarak dan hindari kerumunan. 

"Kalaupun sudah di vaksin tetap patuhi protokol kesehatan, walaupun kita diberikan kekebalan kalau hebat serangannya bisa tembus juga," sarannya. 

Khairul menceritakan kenapa mesti mendaftar secara manual atau offline untuk divaksin kemarin karena adanya gangguan sistem pada aplikasi mendaftar untuk menjadi peserta divaksin secara online. Dirinya beserta istri telah mendaftar online tetapi belum mendapatkan SMS dari pusat. 

"Memang aplikasi ini karena mungkin seluruh Indonesia jadi hari ini kita mendaftar manual. SMS nya saya tunggu tidak datang-datang jadi kita mendaftar manual melalui faskes yang ada di Puskesmas Karang Rejo," tutupnya. 

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 dr. Devi Ika Indriarti menambahkan vaksin tahap pertama ini selain 10 orang forkopimda adalah tenaga kesehatan yang memenuhi syarat. Tahap berikutnya TNI Polri, para tenaga pendidik, tahap ketiga tokoh masyarakat. 

"Jadwal tahap kedua Maret-April, tahap ketiga Mei-Juni tahap keempat Juli-Agustus, mudahan bisa selesai setelah Agustus seluruh tahapan vaksinasi, tahap keempat itu masyarakat," pungkasnya.(*)