by

Walikota Tegaskan, Jika Ada Sekolah Penuhi Syarat Belajar Tatap Muka, Maka Akan Dilaksanakan

TARAKAN - Setelah sempat mengalami penundaan, kini perkembangan rencana kegiatan belajar tatap muka di Kota Tarakan, kembali dilakukan pembahasan, meningingat sejauh ini kegiatan belajar mengajar sudah melewati masa fakum cukup lama.  

Saat dikonfirmasi, Walikota Tarakan, dr Khairul menyampaikan hingga saat ini belum mendapatkan laporan dari Dinas Pendidikan Kota Tarakan terkait kesiapan sekolah memulai belajar tatap muka di tengah pandemi Covid-19.

Sebelumnya, Pemkot Tarakan telah meminta sekolah memenuhi persyaratan seperti yang telah termuat dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri terkait belajar tatap muka.

"Kalau ada kesiapan sekolah, tentu juga ada persetujuan dari komite sekolah kan, aturannya begitu, terus ada kesiapan dari orang tua atau wali murid sendiri," ujarnya (22/1).

Selain itu, ia juga memastikan kesiapan orang tua untuk mengantar dan menjemput, serta menyiapkan konsumsi bagi siswa yang mengikuti belajar tatap muka di sekolah.
Adapun kesiapan pelaksanaan protokol kesehatan juga tentunya harus diperhatikan.

Begitu pula terkait mengatur jadwal pembelajaran selama pelaksanaan belajar tatap muka. "Belum bisa diputuskan, karena laporannya belum saya terima secara menyeluruh. Satupun belum ada saya terima, dan itu belum ada mereka laporkan," jelasnya.

Terkait target belajar tatap muka, ia menegaskan belum bisa memastikan kapan belajar tatap muka dilaksanakan serentak di Tarakan.

"Targetnya ya siapa siap jalan. Tidak mesti bersamaan, ndak ada instruksi harus bersamaan," jelasnya.

Sementara itu ia mengakui jika, beberapa sekolah telah melaksanakan belajar tatap muka, seperti pesantren dan boarding school.

"Kalau pesantren sudah lama, mulai Agustus mereka sudah masuk. Pesantren, boarding-boarding school sudah banyak masuk. Kalau negeru berdasarkan SKB 4 menteri itu, ya ikuti lah aturan-aturan itu dengan melihat perkembangan Covid-19," tutupnya.(*)