by

Sidang Nasabah Gugat BRI dan Telkomsel Ditunda, Kuasa Hukum: Kami Buka Diri Mediasi

TARAKAN - Sidang perdana perkara perdata nasabah Bank BRI menggugat BRI dan Telkomsel tidak dapat diteruskan karena dilakukan penundaan lantaran terdapat pihak tergugat yang tidak hadir. 

Penggugat yakni Bu Nurbaya didampingi dua kuasa hukumnya telah hadir di Pengadilan Negeri Tarakan sejak pagi karena sidang dijadwalkan pukul 09.00. Namun, karena majelis hakim ada agenda vicon dengan Mahkamah Agung sehingga sidang dapat dilaksanakan pukul 14.00.

Sidang yang dipimpin Ketua Pengadilan Negeri Tarakan didampingi dua hakim anggota tak berjalan lama. Pasalnya, ketidakhadiran sebagian pihak tergugat membuat sidang harus dilakukan penundaan. 

Kuasa hukum penggugat, Edi Siswanto bersama rekannya Derry Ramadhan mengatakan, sidang hanya dihadiri pihak tergugat 3 dari Bank BRI sementara tergugat 1 dan 2 yaitu Telkomsel dan GraPARI tidak hadir pada persidangan perdana ini. 

Dijelaskan Edi, ia berharap ada penyelesaian secara baik-baik dari tergugat untuk perkara tersebut. Apakah dilanjutkan ke sidang berikutnya atau penyelesaian secara mediasi. Bu Nurbaya masih membuka diri jika menempuh langkah mediasi. 

“Kami tetap membuka diri untuk melakukan mediasi. Kami cuma minta pengembalian kerugian nasabah kami itu saja,” ujarnya. 

“Kalau tidak hadir lagi, ada konsekuensi hukum, berdasarkan gugatan kita karena diduga ada perbuatan melawan hukum,” lanjutnya. 

Humas Hakim Pengadilan Negeri Tarakan, Melcky Johny Otoh membenarkan sidang ditunda karena terdapat pihak tergugat yang tidak hadir di persidangan. 

"Ya, karena ada pihak tergugat yang tidak hadir sehingga sidang ditunda," ujar Melcky kepada media ini. 

Diketahui, pihak Bu Nurbaya merasa dirugikan karena uangnya raib dari tabungan tanpa dia tahu penyebabnya. Bahkan, ia kehilangan uang tarusan juta rupiah. Ia menduga ada kebocoran data dan dugaan pengurasan uang miliknya. Mencari kepastian hukum, Bu Nurbaya menempuh jalur hukum.(*)