by

Aliansi Masyarakat Cinta Damai Kaltara Tuntut Polda Periksa Oknum DS

TARAKAN - Aliansi Masyarakat Cinta Damai Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) pada Jumat sore (30/4) menggelar aksi damai di GTM Simpang Empat Tarakan. Sekitar 150 orang hadir dalam aksi ini. 

Aksi damai ini, menyuarakan beberapa tuntutan terhadap postingan akun media sosial (Medsos) oknum anggota DPR RI dapil Kaltara Deddy Sitorus (DS) yang dinilai telah melukai hati umat Islam di Kaltara. 

"Alhamdulillah kita sudah menggelar aksi damai, tuntutannya temuan aliansi masyarakat cinta Damai provinsi Kalimantan Utara terkait postingan Deddy Sitorus di media sosial tentang keislaman yang arahnya ujaran kebencian kepada ulama kami, dan penistaan agama dan ulama kami," ungkap Dedy Rahman selaku koordinator lapangan aksi damai. 

Dedy menyampaikan tuntutan yang disuarakan sore tadi diantaranya, meminta pertanggungjawaban dari oknum DS terkait ucapannya di medsos. Kemudian, meminta oknum DS segera mengklarifikasi isi akun medsosnya yang dinilaidinilai menyinggung perasaan umat Islam dan ulama di Kaltara. 

"Kita minta oknum DS menyampaikan permohonan maaf kepada umat Islam dan ulama di Kaltara. Terakhir, meminta pihak Polda Kaltara memeriksa oknum DS," ujar Dedy. 

"Usut tuntas perkara ini, di proses ditindaklanjuti, kalau tidak ada tindaklanjut akan ada aksi lanjutan, kemarin ada kita masukkan surat untuk pemeriksaan DS (ke polisi)," lanjutnya. 

Menurut Desy, DS suka membuat pernyataan yang mengarah ke ujaran kebencian, jika dikaji pernyataannya bias, bisa mengarah ke ujaran kebencian, penistaan, penghinaan. "Masih ada postingan itu saya simpan dan itu akunnya dia (DS)," sebutnya. 

Ulama muda di Kaltara, Habib Muhdor Al Kaff hadir dalam aksi damai menyampaikan kekecewaan terhadap perbuatan oknum DS. Dalam akun medsos oknum DS ini juga mencantumkan beberapa gambar ulama,tokoh masyarakat dan pejabat di negara ini. 

"Kami mengharapkan kepolisian menangkap penista agama, dimana dia telah menghina, melecehkan, bahkan merendahkan agama Islam, adanya kami di tempat ini menuntut adanya pejabat negara berinisial DS agar segera ditangkap dan memeriksa akun pejabat negara oknum DS," ujarnya. 

Habib Muhdor mengharapkan DS mengklarifikasi tentang ucapan-ucapannya di medsos, kalau dia seandainya tidak mengklarifikasi,sekiranya kepolisian daerah Kaltara menangkap atau memeriksa akun pejabat negara berinisial DS karena telah menghina cucu Nabi Muhammad SAW. 

"Bintang-bintang adalah pengaman langit sedangkan anak cucu ku kata Nabi Muhammad SAW pengaman penduduk bumi, yaitu para Habaib para ulama, kami tidak ridha dan diamkan itu, kami akan usut tuntas apa yang telah dia hinakan," jelasnya. 

Aksi damai ini direncanakan akan berjilid jika tuntutan Aliansi masyarakat cinta damai Kaltara tidak ditindaklanjuti kepolisian.

Staf Ahli Deddy Sitorus di Kaltara saat dikonfirmasi belum memberikan jawaban terkait tuntutan aliansi masyarakat tersebut.(*)