by

Truk DKP Nunukan Tabrak Pengendara Motor, Jasad Korban Dipindahkan ke Semak-semak Ditutupi Daun Pisang dan Singkong

Nunukan - Temuan mayat seorang mahasiswa Politeknik di Nunukan sempat menghebohkan masyarakat setempat. Bagaimana tidak, jasad korban ditemukan pukul 23.00 pada Rabu (28/4) di semak-semak dibungkus dengan daun pisang dan batang singkong. 

Korban diketahui bernama Balandina Ulfa. Menurut warga, korban malam itu hendak membantu suaminya yang berprofesi sebagai penjaga gedung gabungan dinas (Gadis) 1 di jalan Ujang Dewa Nunukan Selatan. 

Karena suaminya tak berada di Nunukan, akhirnya Ulfa mendatangi gedung gadis untuk menyalakan  lampu kantor tersebut karena hari sudah gelap. Korban pergi lepas magrib. 

Seorang warga Gradus menceritakan, usai menyalakan lampu kantor gedung gadis ia hendak kembali ke rumahnya di RT 8 jalan Ujang Dewa Nunukan Selatan. Namun, sempat korban menelpon orang tuanya minta diantarkan bensin motor. Setelah itu, korban sudah tidak bisa dihubungi oleh orang tuanya. 

"Bapaknya telpon lagi sudah tidak bisa," jelas Gradus yang kala itu ikut mencari keberadaan Ulfa bersama orang tua korban. 

Karena khawatir dengan anaknya, akhirnya orang tua korban menyusul ke gedung gadis. Betapa kagetnya orang tua korban melihat ada darah berserakan di pinggir jalan dengan sepeda motor yang dipakai anaknya. 

"Ada darah dan motor saja orangnya tidak ada," ujarnya. 

Orang tua korban bergegas ke Puskesmas Sedadap untuk memastikan keberadaan sang anak. Namun nihil. Gradus dan orang tua korban putar arah kembali mencari korban di gedung gadis. Nah, di perjalanan mereka menyaksikan truk DKP (Dinas Kebersihan dan Pemakaman) nyungsep ke parit. Ban depan sebelah kanan truk ini terdapat bercak darah. 

Nah, dari situ orang tua korban bersama warga lainnya terus mencari Ulfa karena hanya ada sepeda motornya di pinggir jalan. Pencarian selama 4 jam lamanya dari pukul 19.00-23.00. Pencarian tak hanya di sekitar kendaraannya ditemukan, tapi terus meluas hingga jarak 1 KM dari lokasi ditemukan sepeda motornya.

"Saya senter pas bagian kepala (korban). Korban tertutup daun pisang sebanyak dua lembar, sedangkan kakinya tertutup daun ubi, baju yang dipakai ternyata memang Balandina Ulfa," terangnya. 

Kasus ini pun sampai ke kepolisian Polres Nunukan. Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Nunukan AKP Arofiek Aprilian Riswanto menuturkan, ditemukan sepeda motor nopol KU 2625 NC dan mobil truk berwarna kuning milik DKP Nunukan nopol KU 8022 P yang dikemudikan KH. 

Polisi memastikan truk ini menabrak sepeda motor korban dari arah belakang hingga menyebabkan korban terjatuh dan meninggal dunia di tempat kejadian. 

Pengemudi truk, KH mengakui usai kejadian ia memindahkan jasad korban sejauh sekitar 1 KM ke arah dalam jalan atau menuju semak-semak. 

"Niatnya ada untuk menghilangkan jejak supaya tidak ketahuan," ujar Arofiek. 

Petunjuk pelakunya adalah KH saat truk DKP yang dia kemudikan tidak dapat dia pindahkan karena nyungsep sebagian bodi truk ke parit pinggir jalan. Kini KH sudah diamankan polisi. 

Arofiek mengatakan lokasi kejadian tidak berada pada jalan raya atau umum. Sehingga kasus ini tidak tercatat sebagai kecelakaan lalu lintas. 

"Proses hukumnya kita berkoordinasi dengan reserse kriminal Polres Nunukan," ucapnya. 

Saksi mata yang melihat kejadian adalah sopir truk sendiri. Pihak kepolisian juga membenarkan kondisi kerusakan pada sepeda motor yang dikendarai korban cukup parah. Diduga kuatnya benturan antara truk dengan sepeda motor tersebut.(*)