by

Walikota Bersama Buruh Akan Membuat Konsep Surat Menolak Omnibus Law UU Klaster Cipta Kerja ke Presiden Jokowi

TARAKAN - Aksi damai jilid II menolak UU Omnibus law cipta kerja dihadiri ribuan demonstran memenuhi jalan Jendral Sudirman, Senin (12/10) dimulai pukul 09.00 Wita.

Orasi dilakukan oleh kaum buruh, serikat buruh dan mahasiswa dilanjutkan dengan pernyataan penolakan dari Walikota dan DPRD Kota Tarakan.

"Seluruh aliansi buruh, SP Kahutindo, SPSI, kita sepakat bersama-sama akan meneruskan penolakan terhadap UU omnibus law klaster cipta lapangan kerja," ungkap dr. Khairul, Walikota Tarakan. 

"Kita akan mengusulkan kepada Presiden RI untuk menerbitkan peraturan pengganti UU cipta lapangan kerja yang merupakan bagian kluster dari UU omnibus law," lanjutnya.

Walikota bersama buruh sepakat besok akan membuat konsep surat, ditandatangani bersama pimpinan DPRD Tarakan, dan akan dikirim kepada Presiden RI, Ketua DPR RI, dan Menteri Dalam Negeri. 

"Saya akan meminta perwakilan aliansi buruh untuk bersama-sama membuat konsep surat terlebih dahulu, lalu akan sama-sama kita tanda tangani," jelas Khairul. 

Aksi damai berjalan dengan lancar tanpa ada gesekan antara peserta aksi dengan aparat keamanan.(*)